Kalau beberapa tahun lalu kamu tanya ke saya, “Apa sih arti sukses?”,
kemungkinan besar jawabannya akan mirip dengan apa yang banyak orang pikirkan:
punya penghasilan stabil, pekerjaan mentereng, tabungan tebal, liburan ke luar
negeri setahun sekali, dan mungkin sedikit tambahan bumbu seperti mobil pertama
atau rumah pertama.
Tapi semakin bertambah usia, semakin sering hidup menampar sambil berkata,
“Hey, definisi suksesmu bisa berubah, lho.”
Dan ternyata benar.
Sukses versi saya hari ini sudah jauh berbeda dengan sukses versi saya lima
atau sepuluh tahun yang lalu. Bukan karena saya menurunkan standar, tapi karena
saya akhirnya tahu apa yang betul-betul saya butuhkan.
1.
Sukses Bukan Lagi Soal Pencapaian Besar — Tapi Soal Hidup yang Tenang
Dulu saya pikir sukses itu harus terlihat besar. Harus “wow”,
harus bikin orang lain berkata, “Keren banget kamu!”
Ternyata, semakin dewasa, saya sadar:
Rasanya jauh lebih penting untuk punya hidup yang tenang.
Tenang bukan berarti nggak punya masalah, tapi lebih ke:
·
bisa tidur tanpa pikiran
yang berputar-putar,
·
bisa bangun tanpa rasa
dikejar waktu,
·
bisa kerja tanpa merasa
seluruh dunia bergantung pada pundak kita.
Ilustrasi kecilnya begini:
Bayangkan kamu hidup seperti HP dengan baterai 100%. Bukan berarti kamu nggak
dipakai, tapi kamu nggak dalam mode “20% berwarna merah” setiap hari. Tenang
seperti itu — buat saya sekarang — jauh lebih mewah daripada mobil baru.
2.
Sukses Sekarang Artinya Bisa Mengatur Waktu Sesuai Prioritas Saya
Dulu saya kira sukses itu kerja keras sampai lembur setiap hari.
Tapi suatu hari saya duduk sendiri dan bertanya:
“Untuk apa saya kerja keras kalau waktunya tidak pernah saya pakai untuk
hal-hal yang saya sayangi?”
Baru saya sadar bahwa waktu adalah mata uang paling mahal yang saya punya.
Sekarang, sukses bagi saya bukan tentang bekerja tanpa henti.
Tapi:
·
bisa punya waktu untuk
keluarga,
·
bisa jalan sore tanpa
diburu pesan WhatsApp pekerjaan,
·
bisa membaca buku yang saya
suka,
·
bisa iseng berhenti di kafe
tanpa tekanan.
Ilustrasi sederhana:
Saya pernah lihat seorang ayah mengantar anaknya ke sekolah sambil tersenyum,
tanpa tergesa-gesa. Di momen itu saya sadar: oh, mungkin begini
bentuk sukses yang pelan-pelan ingin saya kejar.
3.
Sukses Artinya Bisa Merawat Diri Tanpa Rasa Bersalah
Ini bagian penting yang dulu saya anggap remeh.
Dulu saya merasa bersalah kalau:
·
istirahat sebentar,
·
menolak ajakan kerja,
·
atau mengambil cuti hanya
untuk tidur dan rebahan.
Sekarang saya merasa: kalau saya tidak menjaga diri, apa yang mau saya kasih
ke dunia?
Sukses bagi saya sekarang adalah:
·
bisa bilang “nggak” tanpa
takut dicap malas,
·
bisa makan makanan bergizi
tanpa merasa mubazir,
·
bisa libur tanpa rasa
bersalah,
·
bisa mengutamakan kesehatan
fisik dan mental.
Karena ternyata… tubuh dan pikiran yang sehat adalah fondasi sukses versi
manapun.
4.
Sukses Bukan Tentang Membuktikan Diri ke Orang Lain
Ini pelajaran besar yang baru saya pahami.
Dulu, saya mengejar banyak hal karena ingin terlihat “berhasil”. Ingin orang
lain bilang saya hebat, keren, sukses. Tapi lama-lama saya capek.
Lalu saya sadar:
Orang-orang yang saya coba impress…
rupanya sibuk juga dengan hidupnya sendiri.
Akhirnya saya berhenti mengejar validasi. Dan hidup terasa jauh lebih
ringan.
Sekarang sukses bagi saya adalah ketika saya bisa berkata ke diri sendiri:
“Aku bangga sama perjalanan ini. Aku tahu kenapa aku memilih jalan ini.”
Bukan untuk dipuji, tapi karena itu memang pilihan yang bikin hati damai.
5.
Sukses Itu Ketika Saya Bisa Hidup Dengan Nilai yang Saya Percaya
Setiap orang punya nilai hidup sendiri:
·
kejujuran,
·
integritas,
·
keramahan,
·
kebebasan,
·
keluarga,
·
kreativitas,
·
stabilitas,
·
atau apapun.
Dulu saya sering memaksakan diri mengikuti standar orang lain.
Sekarang justru saya merasa sukses ketika hidup saya selaras dengan nilai
pribadi.
Contoh ilustrasinya:
Jika kamu sangat menghargai keluarga, tapi harus lembur sampai lupa wajah
anakmu — apakah itu masih bisa disebut sukses?
Jika kamu menghargai kebebasan, tapi kariermu membuatmu terkurung dalam
jadwal yang padat — apakah itu benar-benar hidup yang kamu mau?
Sukses bagi saya sekarang adalah ketika pilihan-pilihan saya selaras dengan
apa yang saya yakini penting.
6. Sukses Adalah Bisa Membahagiakan Orang Tanpa Mengorbankan
Diri Sendiri
Dulu saya pikir memberikan segalanya untuk orang lain itu mulia.
Tapi kemudian saya sadar — ini sering membuat saya kosong.
Sekarang sukses bagi saya adalah:
·
bisa membantu orang lain
tanpa burnout,
·
bisa mendukung orang
tercinta tanpa kehilangan diri sendiri,
·
bisa memberi dengan hati
ringan, bukan karena terpaksa.
Ada satu ilustrasi sederhana:
Bayangkan kamu naik pesawat. Di awal perjalanan, pramugari bilang:
“Jika masker oksigen turun, pakailah masker untuk dirimu terlebih dahulu
sebelum membantu orang lain.”
Dulu saya pikir itu egois.
Sekarang saya sadar: itu bijaksana.
7.
Sukses Itu Ketika Saya Bisa Mensyukuri Hal yang Sudah Saya Miliki
Dulu saya selalu merasa kurang:
·
penghasilan kurang,
·
prestasi kurang,
·
pencapaian kurang,
·
waktu kurang.
Hidup seperti lomba lari yang tidak pernah selesai.
Kini saya belajar berhenti sejenak dan melihat apa yang sudah saya punya:
·
kesehatan,
·
kesempatan belajar,
·
orang-orang baik di sekitar
saya,
·
kemampuan berkembang,
·
mimpi yang masih mungkin
dikejar.
Ternyata saya tidak sesesak dulu.
Banyak hal yang sebenarnya pantas disyukuri.
Dan rasa syukur — bagi saya sekarang — juga bagian dari sukses.
8.
Sukses Artinya Tidak Lagi Takut Memulai Ulang
Dulu saya takut gagal karena merasa hidup itu linier.
Sekarang saya tahu bahwa hidup itu zig-zag:
·
bekerja pindah-pindah,
·
berganti minat,
·
memulai usaha kecil,
·
berhenti dari sesuatu yang
tidak cocok,
·
berbelok arah ketika hati
merasa tidak sreg.
Sukses bagi saya bukan berarti tidak pernah jatuh.
Tapi mampu bangkit tanpa merasa harga diri hancur.
Saya percaya:
Memulai ulang adalah bentuk keberanian.
Dan keberanian adalah bagian dari sukses versi diri saya yang sekarang.
Penutup:
Sukses Itu Tidak Lagi Satu Kata — Tapi Sebuah Rasa
Kalau sekarang ada yang bertanya lagi:
“Apa arti sukses menurutmu?”
Saya akan jawab:
“Sukses adalah ketika saya bisa menjalani hidup yang selaras
dengan hati, bernapas lega setiap hari, dan bersyukur atas apa yang sudah saya
miliki.”
Sukses bukan lagi soal pencapaian besar, tapi soal rasa:
Tenang.
Cukup.
Merdeka.
Bahagia dengan cara saya sendiri.
Dan kalau definisi suksesmu berubah seiring waktu… itu wajar.
Kita semua tumbuh, dan makna sukses pun ikut tumbuh bersama diri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar