Profil "Si Orang Ketiga": Mengapa Seseorang
Mau Menjadi Selingkuhan?
Profil "Si Orang Ketiga"
Oke, .let's get real.. Perselingkuhan itu nggak cuma melibatkan dua orang,
tapi ada pihak ketiga yang seringkali terlupakan atau bahkan disalahkan
sepenuhnya. Kita sering fokus sama pasangan yang selingkuh dan korban perselingkuhan,
tapi jarang banget yang pengen tahu: "Kenapa sih ada orang yang mau jadi
selingkuhan?".
Pertanyaan ini emang kompleks dan jawabannya nggak sesederhana "karena
cinta" atau "karena nafsu". Ada banyak faktor psikologis,
emosional, dan bahkan situasional yang bisa mendorong seseorang untuk menjadi
"si orang ketiga". Yuk, kita bedah profil mereka satu per satu!
Bukan Cuma Soal Cinta atau Nafsu
Mungkin sebagian dari kita mikir, "Ah, palingan juga karena cinta buta
atau nafsu doang!". Tapi, percayalah, alasan seseorang mau jadi
selingkuhan itu jauh lebih dalam daripada itu. Ada kebutuhan yang nggak
terpenuhi, luka masa lalu yang belum sembuh, atau bahkan pola pikir yang salah
yang bisa jadi pemicunya.
Profil "Si Orang Ketiga": Bedah Alasan Psikologisnya
1. ..Merasa Tidak Layak Dicintai
(Low Self-Esteem)... Orang yang punya .self-esteem. rendah seringkali merasa
nggak pantas untuk mendapatkan hubungan yang sehat dan utuh. Mereka mungkin
mikir, "Ah, siapa sih yang mau sama aku? Jadi selingkuhan juga nggak
apa-apa, yang penting ada yang merhatiin."
2. ..Trauma Masa Lalu yang Belum
Selesai... Pengalaman ditolak, ditinggalkan, atau dikhianati di masa lalu bisa
bikin seseorang jadi takut untuk menjalin hubungan yang serius. Mereka mungkin
lebih memilih jadi selingkuhan karena nggak perlu berkomitmen penuh dan nggak
terlalu berisiko untuk disakiti lagi.
3. ..Kebutuhan Akan Validasi dan
Perhatian... Semua orang butuh validasi dan perhatian, tapi ada sebagian orang
yang kebutuhannya lebih besar dari yang lain. Mereka mungkin merasa nggak
mendapatkan cukup perhatian dari keluarga, teman, atau bahkan dari diri
sendiri. Jadi, ketika ada seseorang yang memberikan perhatian lebih, mereka
jadi mudah terbuai dan rela jadi selingkuhan.
4. ..Mencari Sensasi dan Tantangan...
Ada sebagian orang yang suka sama drama dan tantangan. Mereka merasa hidupnya
terlalu membosankan dan butuh sesuatu yang bisa memacu adrenalin. Jadi, menjadi
selingkuhan bisa jadi cara untuk mencari sensasi dan membuktikan diri.
5. ..Pola Hubungan yang Salah dari
Keluarga... Lingkungan keluarga punya pengaruh besar dalam membentuk pola
hubungan seseorang. Kalau seseorang tumbuh di keluarga yang penuh dengan
perselingkuhan atau hubungan yang nggak sehat, mereka mungkin jadi menganggap
perselingkuhan itu sebagai hal yang "normal" atau "wajar".
6. ..Oportunistik dan Materialistis...
Nggak semua selingkuhan itu polos dan lugu. Ada juga yang memang sengaja
mencariSugar Daddy atau Sugar Mommy untuk mendapatkan keuntungan materi. Mereka
mungkin nggak peduli sama perasaan orang lain dan cuma fokus sama apa yang bisa
mereka dapatkan.
7. ..Terjebak dalam Fantasi
Romantis... Film-film romantis atau novel-novel picisan seringkali
menggambarkan perselingkuhan sebagai sesuatu yang indah dan penuh gairah. Ini
bisa bikin seseorang jadi punya fantasi romantis tentang menjadi selingkuhan
dan mengabaikan konsekuensi negatifnya.
8. ..Nggak Tahu Kalau Pasangannya
Sudah Berkeluarga/Berpasangan... Ini mungkin terdengar naif, tapi ada juga lho
orang yang beneran nggak tahu kalau pasangannya udah punya keluarga atau pacar.
Mereka baru sadar setelah menjalin hubungan yang cukup lama dan merasa terjebak
dalam situasi yang sulit.
9. ..Merasa Lebih Baik dari Pasangan
Sah... Ada sebagian orang yang merasa dirinya lebih menarik, lebih pintar, atau
lebih baik dari pasangan sah. Mereka mungkin mikir, "Dia nggak pantes buat
kamu. Seharusnya kamu sama aku aja."
10. ..Karma atau Balas Dendam... Ini biasanya terjadi kalau seseorang
pernah diselingkuhi di masa lalu. Mereka mungkin merasa dendam dan pengen balas
dendam dengan cara menjadi selingkuhan orang lain.
Dampak Negatif Menjadi "Si Orang Ketiga"
Meskipun ada berbagai alasan yang mendorong seseorang untuk menjadi
selingkuhan, penting untuk diingat bahwa pilihan ini punya konsekuensi negatif
yang besar, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
. ..Merusak Harga Diri... Menjadi
selingkuhan berarti menerima status yang nggak jelas dan nggak dihargai. Ini
bisa merusak harga diri dan bikin seseorang merasa nggak pantas untuk
mendapatkan hubungan yang sehat dan utuh.
. ..Kehilangan Kepercayaan dari
Orang Lain... Orang yang tahu kalau kamu adalah selingkuhan mungkin akan
kehilangan kepercayaan sama kamu. Mereka mungkin mikir kamu nggak punya moral
dan nggak bisa diandalkan.
. ..Terjebak dalam Drama dan
Konflik... Perselingkuhan itu selalu penuh dengan drama dan konflik. Kamu
mungkin akan terlibat dalam pertengkaran, kebohongan, dan pengkhianatan yang
bisa menguras emosi dan energi.
. ..Sulit untuk Move On... Putus
dari selingkuhan itu nggak semudah putus dari pacar biasa. Ada rasa malu,
bersalah, dan penyesalan yang bisa menghantui kamu dalam waktu yang lama.
. ..Menyakiti Orang Lain... Yang
paling penting, menjadi selingkuhan berarti menyakiti orang lain, yaitu
pasangan sah dan keluarganya. Ini adalah tindakan yang egois dan nggak
bertanggung jawab.
. Pesan untuk "Si Orang Ketiga"
Kalau kamu saat ini adalah seorang selingkuhan, aku harap kamu bisa
merenungkan artikel ini dan mempertimbangkan kembali pilihanmu. Kamu pantas
mendapatkan hubungan yang sehat, utuh, dan penuh cinta. Jangan biarkan dirimu
terjebak dalam situasi yang merugikan dan menyakiti orang lain.
. Kesimpulan
Menjadi
selingkuhan itu bukan pilihan yang bijak. Ada banyak alasan yang mungkin mendorong
seseorang untuk mengambil jalan ini, tapi konsekuensi negatifnya jauh lebih
besar daripada keuntungan yang didapatkan. Pilihlah