Mengapa Orang Selingkuh? |
Mengapa Orang Selingkuh? Bedah Alasan Psikologis
di Balik Ketidaksetiaan (Bukan Sekadar Nafsu)
Hai, teman-teman Nasir! Balik lagi sama aku, Aco, di Catatan Digital Nasir. Kali ini kita mau ngobrolin topik yang agak
berat tapi penting banget: perselingkuhan. Jujur aja, siapa sih yang nggak
pernah denger atau bahkan ngalamin sendiri drama perselingkuhan? Tapi, pernah
nggak sih kita beneran mikir, "Kenapa ya orang bisa selingkuh?"
1. Mencari Validasi Diri
Pernah ngerasa nggak sih, udah ngelakuin banyak hal buat pasangan, tapi
tetep aja ngerasa nggak dihargai? Atau mungkin kamu ngerasa pasanganmu nggak
lagi tertarik sama kamu seperti dulu? Nah, perasaan-perasaan kayak gini bisa
bikin seseorang jadi rentan untuk mencari validasi di luar hubungan.
Selingkuh bisa jadi cara untuk mendapatkan perhatian, pujian, atau bahkan
sekadar merasa diinginkan lagi. Singkatnya, mereka pengen ngerasain lagi
sensasi "aku masih menarik kok buat orang lain!". Ini bukan berarti
mereka nggak cinta sama pasangannya, tapi lebih ke arah kebutuhan untuk merasa
berharga sebagai individu.
2. Kurangnya Komunikasi dan Keintiman Emosional
Hubungan yang sehat itu butuh komunikasi yang baik dan keintiman emosional.
Kalau dua hal ini nggak ada, hubungan bisa jadi hambar dan terasa kayak cuma
sekadar teman sekamar. Nah, di saat kayak gini, orang bisa jadi nyari orang
lain yang bisa diajak ngobrol dari hati ke hati, yang bisa ngertiin
perasaannya, dan yang bisa bikin dia ngerasa terhubung secara emosional.
Keintiman emosional itu nggak cuma soal curhat-curhatan ya. Tapi juga soal
merasa aman dan nyaman untuk menjadi diri sendiri di depan pasangan, bisa
berbagi mimpi dan ketakutan tanpa takut dihakimi, dan merasa didukung
sepenuhnya. Kalau ini nggak ada, jangan heran kalau ada pihak yang akhirnya
nyari keintiman di tempat lain.
3. Trauma Masa Lalu yang Belum Selesai
Masa lalu itu kadang kayak hantu yang terus menghantui. Trauma masa kecil,
pengalaman diselingkuhi di hubungan sebelumnya, atau bahkan pola hubungan yang
nggak sehat di keluarga bisa mempengaruhi cara seseorang berhubungan dengan
orang lain.
Misalnya, orang yang punya trauma .abandonment issue. (takut ditinggalkan)
mungkin jadi selingkuh duluan sebelum pasangannya ninggalin dia. Atau orang
yang tumbuh di keluarga yang penuh dengan perselingkuhan mungkin jadi
menganggap perselingkuhan itu sebagai hal yang "normal" atau
"wajar".
4. Krisis Identitas
Krisis identitas itu nggak cuma dialami sama anak remaja yang lagi nyari
jati diri ya. Orang dewasa juga bisa ngalamin krisis identitas, terutama di
saat-saat penting dalam hidup, misalnya saat memasuki usia 30 atau 40 tahun,
saat karir lagi stuck, atau saat anak-anak udah mulai gede dan nggak terlalu
butuh perhatian orang tua lagi.
Di saat kayak gini, orang bisa jadi mempertanyakan kembali siapa dirinya,
apa yang dia inginkan dalam hidup, dan apa yang membuatnya bahagia. Selingkuh
bisa jadi cara untuk "mencari" kembali identitas diri yang hilang,
mencoba hal-hal baru, dan merasakan sensasi "hidup" lagi.
5. Dendam atau Balas Dendam
Ini mungkin alasan yang paling jelas dan paling sering kita denger. Kalau
pasangan selingkuh, wajar banget kalau kita ngerasa sakit hati, marah, dan
pengen balas dendam. Tapi, balas dendam dengan cara selingkuh juga bukan solusi
yang baik ya. Ini cuma akan memperburuk keadaan dan bikin kita terjebak dalam
lingkaran setan.
Selain karena perselingkuhan, dendam juga bisa muncul karena
masalah-masalah lain dalam hubungan, misalnya karena merasa diperlakukan tidak
adil, merasa tidak dihargai, atau merasa dikhianati.
6. Kurangnya Komitmen
Komitmen itu kayak fondasi dalam sebuah hubungan. Kalau fondasinya rapuh,
bangunan hubungan juga nggak akan kuat. Kurangnya komitmen bisa disebabkan oleh
banyak hal, misalnya karena belum siap untuk menjalin hubungan yang serius,
karena masih punya trauma dari hubungan sebelumnya, atau karena memang nggak
cinta-cinta banget sama pasangannya.
Orang yang kurang komitmen biasanya lebih mudah tergoda untuk selingkuh
karena dia nggak merasa punya "ikatan" yang kuat dengan pasangannya.
Dia nggak merasa punya tanggung jawab untuk menjaga perasaan pasangannya, dan
dia nggak takut kehilangan pasangannya.
7. Kesempatan
Last but not least, kesempatan juga bisa jadi faktor pemicu perselingkuhan.
Kadang, orang nggak punya niat untuk selingkuh, tapi karena ada kesempatan
(misalnya ketemu orang yang menarik di tempat kerja, lagi dinas di luar kota,
atau lagi ada masalah sama pasangan), dia jadi tergoda dan akhirnya kebablasan.
Tapi, perlu diingat ya, kesempatan itu nggak akan berarti apa-apa kalau
orangnya punya prinsip dan komitmen yang kuat. Jadi, balik lagi ke poin
sebelumnya, komitmen itu penting banget!
Move On: Langkah Terbaik Setelah Diselingkuhi
Terus, kalau udah diselingkuhi, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita
harus bertahan dan mencoba memperbaiki hubungan, atau kita harus .move on. dan
mencari kebahagiaan yang lain?
Jawabannya nggak ada yang benar atau salah ya. Semua tergantung pada
situasi dan kondisi masing-masing. Tapi, menurutku, ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan sebelum memutuskan:
Apakah pasangan benar-benar menyesal dan mau berubah?.. Kalau dia cuma
minta maaf tanpa ada usaha untuk memperbaiki diri, kemungkinan besar dia akan
selingkuh lagi di kemudian hari.
Apakah kamu masih bisa percaya sama dia?.. Kepercayaan itu kayak kaca.
Sekali pecah, susah untuk dibalikin seperti semula.
Apakah kamu bahagia dalam hubungan ini?.. Jangan bertahan dalam hubungan
yang nggak bikin kamu bahagia cuma karena kamu takut sendirian.
Kalau jawabannya adalah "tidak" untuk salah satu atau semua
pertanyaan di atas, mungkin .move on. adalah pilihan yang terbaik. .Move on.
itu nggak mudah, tapi bukan berarti nggak mungkin. Ada banyak cara untuk .move
on. dari perselingkuhan, misalnya dengan:
·
Menerima kenyataan... Jangan
denial atau menyalahkan diri sendiri. Perselingkuhan itu bukan salahmu.
·
Memproses emosi... Jangan
dipendam. Luapkan semua amarah, kesedihan, dan kekecewaanmu.
·
Mencari dukungan... Curhat sama
teman, keluarga, atau psikolog. Jangan merasa sendirian.
·
Fokus pada diri sendiri...
Lakukan hal-hal yang kamu sukai, rawat diri, dan jangan lupa bahagia.
·
Membuka diri untuk hubungan yang
baru... Jangan takut untuk jatuh cinta lagi. Ada banyak orang baik di luar sana
yang pantas mendapatkan cintamu.
Kesimpulan
Perselingkuhan itu kompleks dan nggak bisa disederhanakan cuma jadi masalah
nafsu atau kurangnya rasa syukur. Ada banyak faktor psikologis yang bermain di
sini, mulai dari kurangnya validasi diri, kurangnya komunikasi dan keintiman
emosional, trauma masa lalu, krisis identitas, dendam, kurangnya komitmen,
sampai kesempatan.
Kalau kamu lagi ngalamin masalah perselingkuhan, jangan ragu untuk mencari
bantuan profesional ya. Psikolog atau konselor bisa bantu kamu memahami akar
masalahnya dan menemukan solusi yang terbaik.
Semoga artikel ini bermanfaat ya, teman-teman Nasir! Jangan lupa .share. artikel
ini ke teman-temanmu yang mungkin lagi butuh. Sampai jumpa di .Catatan Digital
Nasir. selanjutnya!
Kata Kunci :
Perselingkuhan, kepercayaan, cinta, hubungan, move on, validasi diri, komunikasi, trauma masa lalu, krisis identitas, komitmen, ketidaksetiaan, alasan psikologis perselingkuhan.
...