Kamis, 26 Februari 2026

Sakitnya Luar Biasa? Ini Dia Cara Menyembuhkan Diri dari Trauma Pengkhianatan (Betrayal Trauma)

Kata Kunci : trauma pengkhianatan, betrayal trauma, perselingkuhan, menyembuhkan luka, move on, kepercayaan, kesehatan mental, self healing, trauma bonding, membangun kepercayaan diri

Trauma Pengkhianatan (Betrayal Trauma)

Cara Menyembuhkan Diri dari Trauma Pengkhianatan (Betrayal Trauma)

Halo, Sobat Catatan Digital.

Kembali lagi bersama saya, Nasir. Masih ingat dengan artikel sebelumnya tentang langkah pertama saat baru mengetahui perselingkuhan? Hari ini kita akan melangkah lebih dalam. Kita akan bicara tentang apa yang terjadi setelah badai reda.

Pernah merasa dunia tiba-tiba nggak aman? Dada sesak tiap kali ingat kejadian itu? Susah tidur, overthinking, dan tiba-tiba nangis tanpa sebab? Atau mungkin jadi sangat sensitif, mudah curiga, dan sulit percaya sama siapa pun?

Jika Anda mengalami hal-hal di atas setelah dikhianati pasangan, saya perlu sampaikan sesuatu: Anda tidak gila. Anda tidak lemah. Anda sedang mengalami trauma pengkhianatan.

Dalam dunia psikologi, ini disebut Betrayal Trauma. Lukanya bukan cuma di hati, tapi juga di sistem saraf kita. Karena yang mengkhianati Anda bukan musuh, tapi orang yang paling Anda cintai dan percayai. Orang yang seharusnya menjadi tempat Anda berlindung, malah menjadi sumber luka.

Proses penyembuhannya memang nggak instan. Nggak seperti obat pusing yang diminum, satu jam kemudian sembuh. Tapi percayalah, dengan langkah yang tepat, Anda bisa melewatinya. Berikut adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk menyembuhkan diri.

1. Akui dan Validasi Rasa Sakit Anda

Langkah pertama dan paling penting adalah: berhenti menyuruh diri sendiri untuk "cepat sembuh".

Seringkali kita mendengar komentar dari orang sekitar, "Ya udah, lupakan aja. Jangan terlalu dipikirin." Atau malah kita sendiri yang berkata demikian ke diri sendiri.

Padahal, dengan mengabaikan rasa sakit, kita seperti menyimpan sampah di bawah karpet. Suatu saat akan membusuk dan baunya makin menyengat.

Izinkan diri Anda untuk merasakan semua emosi itu. Marah? Rasakan. Kecewa? Rasakan. Sedih? Nangislah sekencang-kencangnya.

Tindakan yang bisa dilakukan:

·         Setiap kali merasa sakit, katakan pada diri sendiri: "Aku sedang sakit, dan itu tidak apa-apa. Ini respons wajar atas apa yang aku alami."

·         Jangan bandingkan luka Anda dengan orang lain. Luka Anda adalah luka Anda. Itu valid.

2. Pahami Apa Itu Betrayal Trauma

Memahami secara ilmiah apa yang terjadi pada diri kita bisa sangat membantu. Ini namanya psychoeducation.

Betrayal trauma terjadi karena otak kita mengalami benturan hebat. Sistem kepercayaan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan, tiba-tiba runtuh. Akibatnya, sistem saraf kita menjadi hypervigilant (selalu waspada). Itulah kenapa Anda jadi mudah kaget, sulit tidur, atau overthinking.

Reaksi fisik dan psikis yang umum terjadi:

·         Hypervigilance: Selalu curiga, sulit percaya.

·         Intrusive thoughts: Ingatan tentang perselingkuhan tiba-tiba muncul tanpa diundang.

·         Insomnia: Susah tidur karena pikiran kacau.

·         Flashback: Merasa seperti mengulang kejadian itu lagi.

·         Kehilangan nafsu makan atau malah emotional eating.

Tindakan yang bisa dilakukan:

·         Cari tahu lebih banyak tentang betrayal trauma dari sumber terpercaya. Dengan memahami bahwa ini adalah kondisi psikologis yang nyata, Anda tidak akan menyalahkan diri sendiri karena "lemah".

3. Putus Kontak dengan Sumber Luka (Minimal Sementara)

Jika Anda masih berhubungan dengan mantan pasangan atau pasangan yang selingkuh (terutama jika belum ada keputusan final), pertimbangkan untuk melakukan no contact untuk sementara waktu.

Kenapa? Karena setiap kali Anda melihat wajahnya, mendengar suaranya, atau bahkan melihat status WhatsApp-nya, luka Anda akan terus menganga. Otak Anda seperti ditarik kembali ke saat kejadian.

Tindakan yang bisa dilakukan:

·         Blokir sementara nomor dan media sosialnya. Ini bukan berarti Anda membencinya selamanya, tapi ini tentang memberi ruang untuk diri sendiri.

·         Hindari tempat-tempat yang biasa Anda kunjungi bersama.

·         Minta teman untuk tidak memberikan kabar tentang dia.

4. Bangun Kembali Kepercayaan dengan Diri Sendiri

Ini yang seringkali terlupakan. Setelah dikhianati orang lain, kita justru kehilangan kepercayaan pada diri sendiri. Kita mulai meragukan penilaian kita: "Kenapa dulu aku bisa memilih dia?" "Apa aku bodoh?"

Maka, proses penyembuhan harus dimulai dari dalam: membangun kembali kepercayaan dengan diri sendiri.

Tindakan yang bisa dilakukan:

·         Buat komitmen kecil pada diri sendiri dan tepati. Misalnya: "Hari ini aku akan jalan kaki 15 menit." Lalu lakukan. Setiap kali Anda menepati janji pada diri sendiri, Anda sedang mengatakan: "Aku bisa diandalkan oleh diriku sendiri."

·         Kenali kembali diri Anda. Apa yang Anda suka? Apa yang membuat Anda bahagia sebelum hubungan itu?

·         Tulis afirmasi positif. Misalnya: "Aku berharga, terlepas dari apa pun yang dilakukan orang lain padaku."

5. Jangan Sendirian (Isolasi adalah Musuh)

Saat trauma, naluri kita seringkali ingin menarik diri dari dunia. Malas ketemu orang, malas ngobrol, inginnya di kamar terus. Tapi isolasi justru akan memperburuk keadaan.

Pikiran negatif akan semakin liar jika tidak ada yang mengimbangi. Anda butuh orang lain untuk menjadi cermin bahwa Anda baik-baik saja dan berharga.

Tindakan yang bisa dilakukan:

·         Ceritakan pada orang yang aman. Bisa sahabat, keluarga, atau komunitas.

·         Jika terasa berat, pertimbangkan untuk menemui psikolog atau konselor. Mereka adalah profesional yang terlatih untuk membantu Anda melewati trauma.

·         Ikut komunitas dengan hobi yang sama. Ini membantu Anda membangun koneksi baru tanpa tekanan hubungan romantis.

6. Rawat Tubuh Fisik Anda

Pikiran dan tubuh itu terhubung. Jika tubuh Anda sehat, pikiran akan lebih mudah untuk jernih.

Tindakan yang bisa dilakukan:

·         Olahraga: Lari pagi, yoga, atau sekadar jalan santai. Olahraga melepaskan endorfin yang bisa memperbaiki suasana hati.

·         Makan makanan bergizi: Jangan lupakan sayur dan buah. Hindari gula berlebih dan alkohol yang bisa memicu kecemasan.

·         Tidur yang cukup: Jika susah tidur, coba rutinitas malam yang menenangkan seperti membaca buku atau mandi air hangat.

7. Hadapi Pemicu (Triggers) dengan Bijak

Akan ada saat-saat di mana tiba-tiba Anda merasa sedih atau cemas karena melihat sesuatu yang mengingatkan pada mantan. Ini disebut trigger.

Tindakan yang bisa dilakukan:

·         Kenali pemicu Anda: Lagu apa? Tempat apa? Waktu apa?

·         Buat rencana koping: Misalnya, jika Anda tiba-tiba teringat dia saat mendengar lagu tertentu, segera ganti lagu atau alihkan perhatian dengan aktivitas lain. Bisa dengan menonton video lucu, menghubungi teman, atau melakukan hobi.

8. Bersabar dengan Proses

Trauma pengkhianatan tidak sembuh dalam semalam. Bukan berarti Anda lemah jika suatu hari tiba-tiba merasa sedih lagi setelah beberapa hari merasa baik-baik saja. Ini adalah proses yang naik turun.

Ada hari di mana Anda merasa kuat, ada hari di mana Anda merasa hancur lagi. Itu normal. Itu bagian dari penyembuhan.

Ingatlah: Menyembuhkan luka bukan berarti melupakan apa yang terjadi. Menyembuhkan luka adalah ketika Anda bisa mengingatnya tanpa merasa hancur karenanya.

Kesimpulan: Anda Bisa Melewatinya

Sahabat, betrayal trauma adalah luka yang dalam, tapi bukan luka yang fatal. Anda bisa sembuh. Anda bisa bangkit lagi. Dan yang terpenting, Anda bisa move on bukan hanya dari hubungan yang rusak, tapi juga dari rasa sakit yang membelenggu.

Mungkin saat ini rasanya mustahil untuk percaya lagi, baik pada orang lain maupun pada diri sendiri. Tapi percayalah, dengan setiap langkah kecil yang Anda ambil untuk merawat diri, Anda sedang membangun fondasi baru yang lebih kokoh.

Kepercayaan memang bisa hancur dalam sekejap, tapi cinta pada diri sendiri adalah fondasi yang tidak bisa dihancurkan oleh siapa pun.

Tetap semangat, Sobat Catatan Digital. Peluk hangat untukmu.

– Nasir, Catatan Digital Nasir

 

Punya cerita atau tips lain tentang menyembuhkan trauma pengkhianatan? Yuk, share di kolom komentar. Siapa tahu ceritamu bisa menjadi kekuatan bagi orang lain.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sakitnya Luar Biasa? Ini Dia Cara Menyembuhkan Diri dari Trauma Pengkhianatan (Betrayal Trauma)

Kata Kunci :  trauma pengkhianatan, betrayal trauma, perselingkuhan, menyembuhkan luka, move on, kepercayaan, kesehatan mental, self healing...